New Normal - Sebuah Tantangan Baru untuk Industri Pariwisata Usai Corona

Jakarta - Pandemi virus Corona diyakini menjadi titik balik perubahan wisata dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Industri wisata pun wajib beradaptasi new normal, termasuk protokol kesehatan. Sejumlah negara telah merancang protokol baru setelah dunia diterpa virus Corona. Social distancing, pemakaian masker, dan standar kebersihan diprediksi menjadi hal lumrah nantinya. termasuk di negara-negara Asia Tenggara.

Eddy Krismeidi Soemawilaga Vice President ASEANTA (Asosiasi Travel Agent se-ASEAN) dalam bincang ASITA dengan tema New Normal dari ASEAN Perspective pada Sabtu (9/5/2020) petang meminta operator wisata bisa segera menyesuaikan diri dengan new normal usai pandemi virus Corona.

Caranya, negara ASEAN harus menyiapkan skenario pengembangan wisata setelah pandemi virus Corona berakhir. Restart pariwisata masing-masing negara usai COVID-19 berbeda satu sama lain, tergantung kemampuan negara Asia Tenggara itu untuk menghentikan kasus Corona.

Kemudian, negara-negara Asia Tenggara diimbau untuk membuat rujukan traveling bersama. "Akan ada regulasi 'new normal' di bidang pariwisata setelah pandemi virus Corona, sebab saat ini orang memiliki ketakutan berlebihan. Nah, manajemen empati itu akan lebih berhasil diterapkan," kata Krismeidi.

Selain itu, masing-masing negara di Asia Tenggara sudah harus didukung oleh aplikasi pelacakan kontak untuk berbagi informasi COVID-19. Sebagai contoh, Malaysia memiliki May Trace, Thailand dengan Mor Chana, Indonesia dengan PeduliLindungi dan Singapura menggunakan TraceTogether, adapun Filipina memakai StaySafe.ph.
"Untuk negara selain lima negara itu di Asia Tenggara, kasusnya tidak banyak," ujar Eddy.

sumber : Detik Travel

Sang Admin

Fb : facebook.com/visitkuningan Instagram : @visitkuningan

Tinggalkan Komentar